3 Oct 2010

Sky Talk




:'/


'Langit menangis kau ikut menangis?'
'Ya, karena saya telah menyatu dengan langit.'


...



'Tunggu saja, pelangi juga nanti terlihat keluar dari kepalamu. Karena hujan hampir reda.'







Tak lama, percakapan dunia maya itu berakhir dan saya pun bangkit dari sofa nyaman Starbucks. Meninggalkan mug caffe latte kosong dan kesenduan. Saat menatap langit di luar sana, tak disangka, saya benar-benar bertemu sang pelangi.
Seperti ada aliran listrik menyengat tiba-tiba. Senyuman langsung merekah.
Sejak hari itu, saya menyukai langit.






Terimakasih banyak, kawan!










5 April 2010






No comments:

Post a Comment